THE RELATIONSHIP BETWEEN SMOKING HABITS AND WORK STRESS AMONG BOARD OPERATORS IN ELECTRICITY COMPANIES: CROSS-SECTIONAL STUDY

  • Dhea Aulia Hera Wardoyo Department of Occupational Health and Safety, Faculty of Health Science, Medicine, and Life Science, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Department of Occupational Health and Safety, Faculty of Public Health, Universitas Airlangga, Indonesia
Keywords: smoking habit, work stress, board operator, kebiasaan merokok, stres kerja, operator board

Abstract

Background: The 2019 National Socio-Economic Survey showed that 92.1% of active smokers were workers. An increase in risky behaviour such as smoking can be a cause of stress in working individuals. Purpose: This study aimed to determine the strength of the relationship between smoking habits and occupational stress in board operators. Methods: This is a quantitative research design. The type of research used was observational with a cross sectional approach. Sampling using the total population of 52 people. The independent variable (smoking habit) was measured using the Penn State Nicotine Dependence Index and the dependent variable (work stress) was taken with the Workplace Stress Scale questionnaire. The strength of the relationship test was carried out with the contingency coefficient test to determine the strength of the relationship between variables. Results: 30 respondents (57.7%) do not smoke. While 30 respondents (57.7%) had work stress levels mostly in the moderate stress category. The results of the strong relationship showed c = 0.254 which means a weak relationship between smoking habits and occupational stress. Conclusion:  Most of board operators do not have a smoking habit and experience moderate work stress and there is a weak relationship between smoking habits and work stress.

Abstrak

Latar Belakang: Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019 menunjukkan sebanyak 92,1% perokok aktif berasal dari kalangan pekerja. Peningkatan perilaku berisiko seperti kebiasaan merokok dapat menjadi penyebab stres pada individu pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kuat hubungan kebiasaan merokok dengan stres kerja pada operator board. Metode: Ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan total populasi yaitu sebesar 52 orang. Variabel independen (kebiasaan merokok) diukur dengan menggunakan Penn State Nicotine Dependence Index dan variabel dependen (stres kerja) diambil dengan kuesioner Workplace Stress Scale. Uji kuat hubungan dilakukan dengan uji koefisien kontingensi untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel. Hasil: 30 responden (57,7%) tidak merokok, sedangkan 30 responden (57,7%) tingkat stres kerja mayoritas dalam kategori stres sedang. Hasil kuat hubungan menunjukkan c = 0,254 yang memiliki makna hubungan lemah antara kebiasan merokok dengan stres kerja. Kesimpulan:  Sebagian besar board operator tidak memiliki kebiasaan merokok dan mengalami stres kerja sedang serta terdapat hubungan lemah antara kebiasaan merokok dengan stres kerja.

References

Agency, E. (2023). Occupational safety and health in Europe : state and trends 2023. European Union information agency for occupational safety and health (EU-OSHA). doi: 10.2802/26873

Agita Oviera, Siswi Jayanti, S. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Industri. Kesehatan Masyarakat, 4, pp. 267–276.

Amalia, M. N. (2017). Analisis Pengaruh Konsumsi Rokok Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Di Indonesia. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(1), pp. 51–66.

Azwar, S. (2008). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Drope, J., Schluger, N. W., Cahn, Z., Drope, J., Hamill, S., Islami F, Liber, A., Nargis, N., & Stoklosa. (2018). The tobacco atlas.

Farid, M. M., Jayanti, S., & Ekawati, E. (2019). Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bagian Bekisting PT Kontsruksi X Di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(4), pp. 331–335. doi: 10.14710/jkm.v7i4.24289

Koc, E., & Bozkurt, G. A. (2017). Hospitality Employees’ Future Expectations: Dissatisfaction, Stress, and Burnout. International Journal of Hospitality and Tourism Administration, 18(4), pp. 459–473. doi: 10.1080/15256480.2017.1305318

Libuka. M, Suyono. H, T. F. (2019). Dinamika Psikologis Intensi Rokok Pada Remaja. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, pp. 173–181.

Liem, A. (2010). Pengaruh Nikotin Terhadap Aktivitas Dan Fungsi Otak Serta Hubungannya Dengan Gangguan Psikologis Pada Pecandu Rokok. Buletin Psikologi, 18(2), pp. 37–50.

Nasution, A. A., & Nuralita, N. S. (2020). Hubungan Perilaku Merokok Dengan Tingkat Simptom Depresi. Jurnal Pandu Husada, 3(1), pp. 142–148. doi: 10.30596/jph.v1i3.4784

Nasution, P. A. (2019). Hubungan Perilaku Merokok dan Vaping Terhadap Kejadian Gejala Depresi Pada Pelajar SLTA di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. (Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah). available at http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49125

National Institute for Occupational Safety and Health. (2020). Stress at work. acces from: https://doi.org/10.26616/NIOSHPUB99101

Nichter, M., Nichter, M., & Carkoglu, A. (2007). Reconsidering stress and smoking: A qualitative study among college students. Tobacco Control, 16(3), pp. 211–214. doi: 10.1136/tc.2007.019869

Palupi, D. A. (2015). Hubungan antara Stres dengan Perilaku Berbahaya pada Pekerja Shift Malam. (Skripsi Universitas Muhammadiyah Malang).

Pasra, N., & Hakim, F. (2015). Pengoperasian Water Treatment Plant di PT PJB Unit Pembangkitan Paiton. Jurnal Energi Dan Kelistrikan, 7(1), pp. 41–48.

Prayogo, I., & Widajati, N. (2017). Perbedaan Gangguan Pendengaran Akibat Bising Antara Operator Ccr Pltu Dengan Pltgudi Pt Pjb Up Gresik. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(2), pp. 103. doi: 10.20473/ijosh.v4i2.2015.103-112

Purni Rahayu. (2017). Hubungan antara Pengetahuan Bahaya Merokok dengan Perilaku Merokok pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. (Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Rifa’i, S. (2013). Faktor-Faktor Penyebab Merokok. Bandung: Alfa Beta.

Salsabila, N. N., Indraswari, N., & Sujatmiko, B. (2022). Gambaran Kebiasaan Merokok Di Indonesia Berdasarkan Indonesia Family Life Survey 5 (Ifls 5). Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 7(1), pp. 13. doi: 10.7454/eki.v7i1.5394

Satriawan, D. (2022). Gambaran Kebiasaan Merokok Penduduk Di Indonesia. Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian Dan Pengembangan, 5(2), pp. 51–58. doi: 10.32630/sukowati.v5i2.243

Sholihah, M., & Tualeka, A. R. (2015). Study of Lung Function and Smoking Habits in Workers Exposed Dust in the Construction Companies in Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(1), pp. 1–10.

South Australia, S. (2012). Overview of work-related stress. Workplace Health and Safety Queensland. Acces from: https://www.safework.sa.gov.au/__data/assets/pdf_file/0008/140669/Mental_health_work_related_stress.pdf

Survey, G. A. T. (2012). Global Adult Tobacco Survey (GATS)| Indonesian Report 2011. World Health Organization.

Tampubolon, E. A. (2014). Optimalisasi Waktu Pelaksanaan Coal Handling System di PLTU Cilacap dengan Menggunakan Lean Six Sigma. 9–57. acces from: https://core.ac.uk/download/pdf/291472888.pdf

Tarwaka. (2019). Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja (II). Harapan Press.

The Marlin Company, & American Institute of Stress. (2001). The Workplace Stress Scale. The Seventh Annual Labor Day Survey, 20, pp. 1–11. access from: https://www.stress.org/wp-content/uploads/2011/08/2001Attitude-in-the-Workplace-Harris.pdf

Ulfah, N. (2011). Tingkat Stres Kerja pada Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara Tahun 2011. (Skripsi Universitas Sumatera Utara).

Widianto, S. (2021). Kliping Berita Ketenagakerjaan. Biro Hubungan Masyarakat, 7. acces from: http://perpustakaan.kemnaker.go.id/admin/assets/product_img/pdf/13_Januari_2021.pdf

Wiyathama, S. A., & Inayah, Z. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Berhenti Merokok pada Pekerja Migas PT Saka Indonesia Pangkah Limited Gresik. Journal of Public Health Science Research (JPHSR), 2(1), pp. 1–9. doi: 10.30587/jphsr.v3i2.5624

World Health Organization. (2023). Questions and Answers : Stress. Acces from: https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/stress

Zulkifli, Z., Rahayu, S. T., & Akbar, S. A. (2019). Hubungan Usia, Masa Kerja dan Beban Kerja Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Service Well Company PT. ELNUSA TBK Wilayah Muara Badak. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), pp. 46–61. doi: 10.24903/kujkm.v5i1.831

Published
2024-04-05
How to Cite
Wardoyo, D. A. H., & Wahyudiono, Y. D. A. (2024). THE RELATIONSHIP BETWEEN SMOKING HABITS AND WORK STRESS AMONG BOARD OPERATORS IN ELECTRICITY COMPANIES: CROSS-SECTIONAL STUDY. Journal of Community Mental Health and Public Policy, 6(2), 77-85. https://doi.org/10.51602/cmhp.v6i2.127
Section
Articles