HUBUNGAN KEBISINGAN DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN STRES KERJA DI PT. DURAQUIPT CEMERLANG

Relationship Between Noise and Mental Workload with Work Stress at PT. Duraquipt Cemerlang

  • Annur Aini Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Dyah Utari
  • Nayla Kamilia Fithri
  • Fathinah Ranggauni Hardy

Abstract

ABSTRACT
Work stress is stress that is related to the work environment that can cause discomfort so that it affects the productivity of a worker. Several factors that cause work stress include individual factors, noise that exceeds the threshold value, and excessive mental workload. This study aims to determine the relationship between noise exposure, mental workload, and individual factors with work stress on workers at PT. Duraquipt Cemerlang. This study is a quantitative study using a cross-sectional study design with chi-square test analysis. The population of this study was all workers of PT. Duraquipt Cemerlang as many as 132 people. The sample of this study amounted to 106 people using the random samplng technique. This research instrument uses a sound level meter to measure noise levels, a DASS-42 questionnaire to measure work stress levels, and a NASA-TLX questionnaire to measure the mental workload. The results showed there was a relationship between education level (p=0,033) and mental workload (p=0,011) with work stress, and there was no relationship between noise (p=0,570), age (p=0,429), years of service (p=0,273), and marital status (p=0,719) with work stress. There was a relationship between mental workload and education level with work stress on PT. Duraquipt Cemerlang. The company should provide education about the prevention and control of work stress and provide consulting services for all workers.
Keywords: Noise, Mental Workload, Individual Factors, Work Stress.

ABSTRAK
Stres kerja merupakan stres yang berkaitan dengan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan sehingga memengaruhi produktivitas seorang pekerja. Beberapa faktor penyebab terjadinya stres kerja antara lain faktor individu, kebisingan yang melebihi NAB, dan beban kerja mental berlebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan kebisingan, beban kerja mental, dan faktor individu dengan stres kerja pada pekerja di PT. Duraquipt Cemerlang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi potong lintang dengan analisis uji chi-square. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja PT. Duraquipt Cemerlang sebanyak 132 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 106 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan sound level meter untuk mengukur tingkat kebisingan, kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat stres kerja, serta kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja mental. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,033) dan beban kerja mental (p=0,011) dengan stres kerja serta tidak adanya hubungan antara kebisingan (p=0,570), usia (p=0,429), masa kerja (p=0,273), dan status pernikahan (p=0,719) dengan stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja mental dan tingkat pendidikan dengan stres kerja pada pekerja PT. Duraquipt Cemerlang. Bagi perusahaan diharapkan dapat melakukan sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian stres kerja serta memberikan layanan konsultasi untuk seluruh pekerja.
Kata Kunci: Kebisingan, Beban Kerja Mental, Faktor Individu, Stres Kerja

References

Abdullah, R. P. I., Purnomo, S. D. dan Ihsani, I. P. (2020) “Hubungan Kebisingan dan Masa Kerja terhadap Jenis Ketulian dan Stres pada Pekerja PT. Semen Tonasa,” UMI Medical Journal, 5(1), hal. 69–80. doi: 10.33096/umj.v5i1.77.

Anggraeni, A. D., Setyaningsih, Y. dan Suroto (2017) “Hubungan antara Karakteristik Individu dan Intrinsik dengan Stres Kerja pada Pekerja Sandblasting,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(3), hal. 226–233.

Anoraga, P. (2014) Psikologi Kerja. Jakarta: Rineke Cipta.

Arif, M., Malaka, T. dan Novrikasari, N. (2021) “Hubungan Faktor Pekerjaan Terhadap Tingkat Stres Kerja Karyawan Kontrak di PT. X,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 8(1), hal. 44–53.

Candraditya, R. dan Endang, D. (2017) “Hubungan Tingkat Pendidikan, Masa Kerja, dan Tingkat Kebisingan dengan Stress Kerja di PT. X,” Jurnal Penelitian Kesehatan, 15(1), hal. 1–9.

Chuan Hsu, H. (2019) “Age Differences in Work Stress, Exhaustion, Well-Being, and Related Factors From an Ecological Perspective,” International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(1). doi: 10.3390/ijerph16010050.

Gobel, R. S., Rattu, J. A. M. dan Akili, R. H. (2013) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat di Ruang ICU dan UGD RSUD Datoe Bingkang Kabupaten Bolaang Mangondow,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam ratulangi Manado.

Habibi, J. dan Jefri (2018) “Analisis Faktor Risiko Stres Kerja pada Pekerja di Unit Produksi PT. Borneo Melintang Buana Export,” Journal of Nursing and Public Health, 6(2), hal. 50–59. doi: 10.37676/jnph.v6i2.658.

Health and Safety Executive (2017) Work-Related Stress, Depression or Anxiety Statistics in Great Britain 2017, National Statistics. Tersedia pada: www.hse.gov.uk/statistics/.

Health and Safety Executive (2020) Work-Related Stress, Anxiety or Depression Statistics in Great Britain 2020, National Statistics. Tersedia pada: http://www.hse.gov.uk/statistics/lfs/index.htm.

Hock, H. H. dan Joseph, B. D. (2019) Language History, Language Change, and Language Relationship: An Introduction to Historical and Comparative Linguistics, Mouton de Gruyter. doi: 10.2307/417807.

Johan, A., Wahyuni, I. dan Ekawati (2019) “Hubungan Kebisingan, Kelelahan Kerja, dan Beban Kerja Mental terhadap Stres Kerja pada Pekerja Bagian Body Rangka PT. X,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(1), hal. 345–350.

Kenwa, M. M. L., Wiranadha, I. M. dan Asthuta, A. R. (2019) “Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Tingkat Stres Kerja pada Pekerja Bengkel Motor dan Dealer Dwijati Motor Denpasar,” Jurnal Medika, 8(5), hal. 2597–8012.

Lindawati, R. D. (2014) “Work Stress (Stres Kerja),” Widyaiswara Pusdiklat Bea dan Cukai, hal. 1–8.

Manabung, A. R., Suoth, L. F. dan Warouw, F. (2018) “Hubungan antara Masa Kerja dan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Tenaga Kerja di PT. Pertamina TBBM Bitung,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(5).

Mayang, F. A., Lestantyo, D. dan Kurniawan, B. (2018) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Karyawan Bagian Kepesertaan Di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ungaran,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(4), hal. 292–299.

Mualim, M. dan Adeko, R. (2020) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Bagian Dryer PT. Bukit Angkasa Makmur (BAM) di Kabupaten Bengkulu Tengah,” Journal of Nursing and Public Health, 8(1), hal. 79–86.

Munandar, A. S. (2014) Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Natalia, L., Widjasena, B. dan Jayanti, S. (2017) “Hubungan Beban Kerja Mental dan Shift Kerja terhadap Stres Kerja pada Pekerja Checker PT. Indofood CBP Sukses Makmur TBK Palembang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), hal. 239–244.

Nurihsan, A. J. dan Yusuf, S. (2010) Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tersedia pada: http://perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id/.

Nurini, Rahmawati, A. dan Nuraeni, T. (2017) “Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Karyawan di PT. PLN (Persero) TJBT APP Cirebon,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), hal. 60–67.

Pajow, C., Kawatu, P. A. . dan Rattu, J. A. . (2020) “Hubungan antara Beban Kerja, Masa Kerja dan Kejenuhan Kerja dengan Stres Kerja pada Tenaga Kerja Area Opening Sheller PT.Sasa Inti Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan,” Jurnal KESMAS, 9(7), hal. 28–36.

Permadi, S. H. E. dan Prajitno, M. H. D. (2018) “Gambaran Stres Kerja pada Pekerja Operator Dumptruck PT. X Kota Tarakan Kalimantan Utara,” Journal of Community Mental Health and Public Policy, 1(1), hal. 1–10.

Rahmawati, F. N., Ekawati dan Kurniawan, B. (2017) “Hubungan Kebisingan dan Shift Kerja Terhadap Tingkat Stres Kerja Pada Pekerja Mesin Pembangkit Swd (Stork Werkspoor Diesel) PLTD Gunung Malang Balikpapan,” Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), hal. 156–162.

Ramdan, I. M. (2013) Higiene Industri. Yogyakarta: CV Bimotry Bulaksumur Visual.

Ratih, Y. dan Suwandi, T. (2013) “Analisis Hubungan antara Faktor Individu dan Beban Kerja Fisik dengan Stres Kerja di Bagian Produksi PT. X Surabaya,” The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 2(2), hal. 97–105. Tersedia pada: http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-k3c0880405a4full.pdf.

Riskesdas (2018) Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. doi: 10.1088/1751-8113/44/8/085201.

Saputra, A. I. dan Diza, M. (2019) “Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Tingkat Stres Kerja pada Pekerja Area Workshop PT. Bintang Intipersada Shipyard Batam,” Zona Kedokteran, 9(3), hal. 92–104.

Suci, I. S. M. (2018) “Analisis Hubungan Faktor Individu dan Beban Kerja Mental dengan Stres Kerja,” The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(2), hal. 220–229.

Sugiono, Putro, W. W. dan Sari, S. I. K. (2018) Ergonomi untuk Pemula: Prinsip Dasar & Aplikasinya. Malang: UB Press. Tersedia pada: https://books.google.co.id/.

Suma’mur (2013) Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). 2 ed. Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka (2014) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.

WHO (2017) Protecting Workers’ Health. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/protecting-workers’-health (Diakses: 20 April 2021).

Yuwono, I. et al. (2005) Psikologi Industri dan Organisasi. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Published
2021-10-11
Section
Articles